Polymorphisme
Melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan "gerak cepat", dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.
Inheritance
Mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada - objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu memiliki inheritas.)
Enkapsulasi
Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut
*Contoh polymorphisme
class Person {
public:
void speak();
};
class Man : public Person {
public:
void speak(); //overriding
};
void Person::speak(){
cout << “Person speak” << endl;
}
void Man::speak(){
cout << “Man speak” << endl;
}
void main(){
Person p;
Man m;
p.speak(); //out “Person speak”
m.speak(); //out “Man speak”
Person *ptr = new Man; //using Polymorphism
ptr->speak(); //out “Person speak”
}
*Contoh inheritance
{
private:
int x,y;
public:
Titik(int=0,int=0);
void setx(int);
void sety(int);
int getx();
int gety();
};
Titik::Titik(int x,int y){
this->x = x;
this->y = y;
}
void Titik::setx(int n){
this->x = n;
}
void Titik::sety(int n){
this->y = n;
}
int Titik::getx(){
return x;
}
int Titik::gety(){
return y;
}
*contoh enkapsulasi
class Encapsulation {
private int secret; //field tersembunyi
public boolean setSecret(int secret) {
if (secret < 1 || secret > 100) {
return false;
}
this.secret = secret;
return true;
}
public getSecret() {
return secret;
}
}
Melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan "gerak cepat", dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.
Inheritance
Mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada - objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu memiliki inheritas.)
Enkapsulasi
Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut
*Contoh polymorphisme
class Person {
public:
void speak();
};
class Man : public Person {
public:
void speak(); //overriding
};
void Person::speak(){
cout << “Person speak” << endl;
}
void Man::speak(){
cout << “Man speak” << endl;
}
void main(){
Person p;
Man m;
p.speak(); //out “Person speak”
m.speak(); //out “Man speak”
Person *ptr = new Man; //using Polymorphism
ptr->speak(); //out “Person speak”
}
*Contoh inheritance
{
private:
int x,y;
public:
Titik(int=0,int=0);
void setx(int);
void sety(int);
int getx();
int gety();
};
Titik::Titik(int x,int y){
this->x = x;
this->y = y;
}
void Titik::setx(int n){
this->x = n;
}
void Titik::sety(int n){
this->y = n;
}
int Titik::getx(){
return x;
}
int Titik::gety(){
return y;
}
*contoh enkapsulasi
class Encapsulation {
private int secret; //field tersembunyi
public boolean setSecret(int secret) {
if (secret < 1 || secret > 100) {
return false;
}
this.secret = secret;
return true;
}
public getSecret() {
return secret;
}
}
